Selasa, 23 April 2013

Sasaran Manajemen


MAKALAH



SASARAN MANAJEMEN




OLEH

KELOMPOK III
FARMASI A

1.      AgusSalim
8.   FebriyantiHasdan Saleh
2.      AndiAmaliaAko
9.   Hardiyanti
3.      Ariwanti
10. Hasnia A.
4.      AsrianiBuhari
11. IlhamAridani
5.      Ayu Try Sartika
12. JulianiBteRosman
6.      DewiRatnasariAdri
13. MiftahAnnur
7.      Dina DhaifinaAnas
14. Muh. Luthfiazam


JURUSAN FARMASI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR


SAMATA-GOWA
2013
KATA PENGANTAR

Tim penulis memanjatkan puji serta syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah yang berjudul “Sasaran Manajemen”  dapat diselesaikan, Alhamdulillah dengan tepat waktu.
Tim penulis mengucapkan terima kasih atas segala bantuan teman-teman dan dosen pembimbing mata kuliah Manajemen Farmasi yang telah memberikan arahan, sehingga makalah ini dapat kami susun dan selesaikan denganbaik.
Tim penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu kami sangat mengharapkan adanyakritik dan saran yang bersifat positif, guna penyusunan makalah  yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Kami berharap, semoga makalah  yang sederhana ini dapat member sumbangan pemikiran tersendiri bagi para pembaca khususnya bagi mahasiswa Farmasi UIN Alauddin Makassar.


Samata, 22 April 2013


                                                                                                            Tim Penulis


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR........................................................................................ i
DAFTAR ISI...................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.     LatarBelakang.......................................................................................... 1
B.     RumusanMasalah...................................................................................... 2
C.     Tujuan...................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.     PengertianManajemen............................................................................... 3
B.     PengertianSasaran..................................................................................... 6
C.     SasaranManajemen................................................................................... 8
D.     KategoriSasaran....................................................................................... 9
E.      SistemPerencanaandanPengendalianManajemen........................................ 14
BAB III PENUTUP
A.     Kesimpulan............................................................................................... 17
B.     Saran .......................................................................................................  17
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 18




BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.Manajemen diyakini berasal dari bahasaPrancis kuno (ménagement), yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Berbagai pengertian tentang manajemen disebut berbeda dalam definisi tetapi mengandung esensi yang sama. Benang merah pengertian manajemen adalah bahwa manajemen merupakan proses koordinasi berbagai sumber daya organisasi (men, materials, machines) dalam upaya mencapai sasaran organisasi.
Pada umumnya ada empat fungsi manajemen yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing), dan fungsi pengendalian (controlling).Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut. Fungsi pengorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.
Selain memiliki fungsi dalam suatu organisasi atau dalam penerapannya, manajemen pun memiliki sasaran. Sasaran ini sangat penting untuk mendukung terwujudnya visi dan misi organisasi. Dan pada makalah ini akan dibahas mengenai sasaran manajemen.
B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang diangkat dalam makalh ini adalah:
1.      Apa itu manajemen?
2.      Apa pengertian sasaran?
3.      Apa sasaran manajemen?
4.      Apa saja kategori sasaran?
5.      Bagaimana sistem perencanaan dan pengendalian manajemen?

C.     Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas, tujuan dari makalah ini adalah:
1.      Mengetahui dan memahami pengertian manajemen.
2.      Mengetahui dan memahami pengertian sasaran.
3.      Memahami sasaran manajemen.
4.      Mengetahui kategori sasaran.
5.      Memahami sistem perencanaan dan pengendalian manajemen.



BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Manajemen
Istilah “manajemen” yang digunakan ini berasal dari istilah bahasa Inggris “management”. Di Indonesia hingga kini belum ada keseragaman dalam menerjemahkan istilah management kedalam bahasa Indonesia. Ada beraneka ragam terjemahannya, antara lain kepemimpinan, ketatalaksanaan, pengurusan, pembinaan, penguasaan, pengelolaan, dan manajemen.
Untuk memperjelas pengertian manajemen, dibawah ini dikutip beberapa definisi tentang manajemen. Pendapat-pendapat  berikut ini saling berbeda satu sama lain walaupun terdapat unsur kesamaannya. Dari perbedaan-perbedaan pendapat (yang disebabkan karena perbedaan dalam meletakkan titik berat sudut pandangan) serta kesamaan-kesamaan itu diharapkan dapat diperoleh pandangan yang lebih jelas dan menyeluruh tentang manajemen ini.
Ø  G. R. Terry :
Management is a distinct process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated object tives by the use of human being and other resources. (Manajemen merupakan suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya).
Ø  John D. Millet :
Management is the process of directing and facilitating the work of people organized in formal group to achieve a desired goal. (Manajemen adalah proses pembimbingan dan penyediaan fasilitas kerja dari orang-orang yang terorganisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan yang dikehendaki).

Ø  Ordway Tead :
Management is the process and agency which direct and guides the operations of an organization in the realizing of established aims. (Manajemen adalah proses dan perangkat yang mengarahkan serta membimbing kegiatan-kegiatan suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan).
Ø  Ralph C. Davis :
Management is the function of executive leadership anywere. (Manajemen adalah fungsi dari setiap pimpinan eksekutif dimanapun posisinya).
Ø  John F. Mee :
Management is the art of securing maximum prosperity and happiness for both employer and employee and give the public the best possible service. (Manajemen adalah seni mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal supaya tercapai kesejahteraan dan kebahagiaan maksimal baik bagi pimpinan maupun para pekerja serta memberikan pelayanan yang sebaik mungkin kepada masyarakat).
Ø  Robert Tannenbaum dkk. :
The use of formal authority to organize, direct, or control responsible suborninates in order that all contributions be coordinated in the attainment or and enterprise purpose. (Penggunaan suatu kekuasaan formal untuk mengorganisasikan, mengerakkan, atau mengendalikan para bawahan agar supaya semua kontribusi dapat dikoordinasikan untuk mencapai tujuan perusahaan).
Ø  Edwin B. Flippo :
The coordination of all resources through the process of planning and cotrolling of the enterprise’s operations so that objectives can achieved economically and effectively. (Koordinasi dari semua sumber daya melalui proses perencanaan dan pengendalian dari operasi atau kegiatan-kegiatan perusahaan, sehingga sasaran dapat dicapai secara ekonomis dan efektif).


Ø  Dalton E. Mc Farland :
The process by which managers create, direct, maintain and operate purposive organizations through sistematic coordinated cooperative human effort.(Proses dengan manajer menciptakan, mengarahkan, memelihara serta menjalankan organisasi melalui kerjasama dari usaha manusia dikoordinasikan secara sistematis).
Ø  Lawrence A. Appley :
Management is the art of getting things through the effort of other people. (Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain).
Ø  Prajudi Atmosudirdjo :
Manajemen adalah menyelenggarakan sesuatu dengan menggerakkan orang-orang, uang , mesin-mesin, dan alat-alat sesuai dengan kebutuhan.
Ø  Sondang P. Siagian :
Manajemen adalah kemampuan atau ketrampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain.
Ø  The Liang Gie :
Manajemen adalah rangkaian perbuatan menggerakkan orang-orang dan menggerakkan fasilitas-fasilitas dalam suatu usaha kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.
Ø  M. Manullang :
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan dari sumberdaya, terutama sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan terlebih dahulu.
Ø  Malayu SP Siagian :
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Kesimpulan umum yang dapat ditarik dari pelbagai macam definisi diatas adalah:
a.       Yang disebut manajemen itu ada atau terjadi di dalam suatu organisasi.
b.      Dalam pengertian manajemen selalu terkandung adanya suatu atau beberapa tujuan tertentu yang akan dicapainya.
c.       Dalam mencapai tujuan itu melibatkan manusia dan sumber-sumber lainnya.
d.      Dalam mencapai tujuan itu dilakukan dengan melalui tahap-tahap kegiatan atau proses tertentu.
e.       Pencapaian tujuan yang melibatkan manusia serta sumber-sumber lainnya itu dilakukan dengan cara yang paling efisien.
f.        Manajemen itu tidak berwujud, hanya dapat dilihat hasil-hasilnya.
g.       Manajemen adalah suatu alat untuk mencapai tujuan, bukan suatu tujuan.
h.       Karena manajemen itu diterapkan atau terjadi pada setiap organisasi, maka istilah manajemen diterapkan secara luas misalnya: manajemen rumah sakit, manajemen universitas, manajemen kepegawaian, manajemen keuangan, manajemen industri, manajemen pemasaran, manajemen transportasi, dan sebagainya.
i.         Manajemen adalah proses yang sistematis, terkoordinasi dan kooperatif dalam usaha-usaha memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.
j.        Manajemen adalah ilmu dan sekaligus juga seni.
k.      Setiap orang sebenarnya terlibat kegiatan manajemen sebab pada hakekatnya tidak ada seorang pun yang tidak terlibat organisasi.

B.     Pengertian Sasaran
Pengertian sasaran kadang disamakan dengan tujuan. Kadang, sasaran dan tujuan dalam pengertiannya sering disandingkan untuk memberikan perbandingan antara keduanya agar mudah dimengerti dan dipahami.
Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi. Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan pada kurun waktu tertentu, satu tahun sampai lima tahun yang akan datang. Sedangkan sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan.
Tujuan berarti hal yang ingin dituju. Tujuan dalam industri modern sekarang lebih sebagai kata sifat atau penyemangat. Hal ini dikarenakan tujuan lebih abstrak dibandingkan dengan sasaran. Pendefinisian pada tujuan juga bersifat normatif dan periode waktunya lebih umum. Sehingga tingkat keterukuran dari tujuan lebih tidak terukur. Dan kelompok targetnya pun menjadi tidak spesifik. Karena keabstrakan dari tujuan, maka dibuatlah sasaran yang ingin dicapai. Sasaran adalah tingkat-tingkat atau poin-poin untuk mencapai tujuan. Apabila pada tujuan tingkat keabstakannya lebih abstrak, maka pada sasaran tingkat keabstrakannya lebih konkret. Cara pendefinisian pada sasaran pun bersifat operasional dan periode waktunya lebih spesifik. Dan tingkat keterukuran juga kelompok targetnya lebih terukur dan spesifik.
Sasaran adalah hal yang ingin dicapai oleh individu, grup, atau seluruh organisasi.Sasaran sering pula disebut tujuan. Sasaran memandu manajemen membuat keputusan dan membuat kriteria untuk mengukur suatu pekerjaan.
Sasaran dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sasaran yang dinyatakan (stated goals) dan sasaran riil. Stated goals adalah sasaran yang dinyatakan organisasi kepada masyarakat luas. Sasaran seperti ini dapat dilihat di piagam perusahaan, laporan tahunan, pengumuman humas, atau pernyataan publik yang dibuat oleh manajemen. Seringkali stated goals ini bertentangan dengan kenyataan yang ada dan dibuat hanya untuk memenuhi tuntutan stakeholder perusahaan. Sedangkan sasaran riil adalah sasaran yang benar-benar dinginkan oleh perusahaan. Sasaran riil hanya dapat diketahui dari tindakan-tindakan organisasi beserta anggotanya.
Ada dua pendekatan utama yang dapat digunakan organisasi untuk mencapai sasarannya. Pendekatan pertama disebut pendekatan tradisional. Pada pendekatan ini, manajer puncak memberikan sasaran-sasaran umum, yang kemudian diturunkan oleh bawahannya menjadi sub-tujuan (subgoals) yang lebih terperinci. Bawahannya itu kemudian menurunkannya lagi kepada anak buahnya, dan terus hingga mencapai tingkat paling bawah. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa manajer puncak adalah orang yang tahu segalanya karena mereka telah melihat gambaran besar perusahaan. Kesulitan utama terjadi pada proses penerjemahan sasaran atasan oleh bawahan. Seringkali, atasan memberikan sasaran yang cakupannya terlalu luas seperti "tingkatkan kinerja," "naikkan profit," atau "kembangkan perusahaan," sehingga bawahan kesulitan menerjemahkan sasaran ini dan akhirnya salah mengintepretasi maksud sasaran itu (lihat gambar).
Pendekatan kedua disebut dengan management by objective atau MBO. Pada pendekatan ini, sasaran dan tujuan organisasi tidak ditentukan oleh manajer puncak saja, tetapi juga oleh karyawan. Manajer dan karyawan bersama-sama membuat sasaran-sasaran yang ingin mereka capai. Dengan begini, karyawan akan merasa dihargai sehingga produktivitas mereka akan meningkat. Namun ada beberapa kelemahan dalam pendekatan MBO. Pertama, negosiasi dan pembuatan keputusan dalam pendekatan MBO membutuhkan banyak waktu, sehingga kurang cocok bila diterapkan pada lingkungan bisnis yang sangat dinamis. Kedua, adanya kecenderungan karyawan untuk bekerja memenuhi sasarannya tanpa memedulikan rekan sekerjanya, sehingga kerjasama tim berkurang. Ada juga yang bilang MBO hanyalan sekedar formalitas belaka, pada akhirnya yang menentukan sasaran hanyalah manajemen puncak sendiri.

C.     Sasaran Manajemen
Sasaran adalah rincian singkat dan tegas mengenai apa yang akan dicapai. Sedangkan manajemen merupakan suatu proses kegiatan yang dilaksanakan orang-orang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian, sasaran manajemen merupakan suatu perincian yang jelas dalam kegiatan manajemen guna memperoleh suatu cara, teknik, metode yang sebaiknya dilakukan agar sumber-sumber atau sasaran yang terbatas (modal, bahan-bahan) dapat diperoleh hasil yang sebesar-besarnya.
Secara garis besar, sasaran manajemen ini merupakan suatu cara untuk memperoleh hasil yang efisien (hemat guna) dalam bidang:
1.      Tenaga dan pikiran.
2.      Material dan biaya yang diperlukan.
3.      Waktu yang tepat, cepat, dan hemat.

D.    Kategori Sasaran
Sasaran secara umum dapat dibagi ke dalam empat kategori, yaitu:
1.      Sasaran Strategis
Berhubungan dengan sasaran tingkat tinggi, diselaraskan dan mendukung misi perusahaan.
2.      Sasaran Operasional
Berhubungan dengan efektivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya perusahaan.
a.       Sasaran operasional berhubungan dengan efektivitas dan efisiensi operasi perusahaan.
b.      Sasaran operasional memberi arah pengalokasian sumber daya.
c.       Jika sasaran operasional tidak jelas atau tidak memiliki konsep yang baik, maka penggunaan sumber daya dapat tidak terarah
3.      Sasaran Pelaporan
Berhubungan dengan kehandalan pelaporan perusahaan
Sasaran pelaporan penting untuk ditetapkan :
a.       Pelaporan yang handal memberikan manajemen informasi yang lengkap dan akurat sesuai dengan tujuannya.
b.      Pelaporan mendukung pengambilan keputusan manajemen, memantau aktivitas, dan kinerja entitasnya.
c.       Pelaporan meliputi pelaporan internal dan eksternal, informasi keuangan dan non keuangan.

Contoh laporan :
Laporan hasil program pemasaran, laporan penjualan harian, laporan kualitas produk, laporan hasil kepuasan pelanggan dan pekerja, dan laporan keuangan.
4.      Sasaran Kepatuhan
Berhubungan dengan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan dan hukum yang berlaku.
a.       Sasaran kepatuhan harus ditetapkan karena perusahaan harus melaksanakan aktivitasnya sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku.
b.      Peraturan dan hukum yang berlaku dapat meliputi persyaratan yang berhubungan dengan  pasar, harga, pajak, lingkungan,kesejahteraan pegawai, dan perdagangan internasional.

Menghubungkan Misi dengan Sasaran Stratejik dan Sasaran Terkait
Ø  Misi, sasaran stratejik, strategi, dan sasaran terkait perlu ditetapkan secara selaras.
Ø  Misi dan sasaran stratejik bersifat stabil, sedangkan strategi dan sasaran terkait bersifat lebih dinamis dan disesuaikan dengan perubahan kondisi internal dan eksternal.
Misi
Menyediakan perawatan kesehatan yang bermutu tinggi, mudah diakses, dan terjangkau bagi masyarakat
Sasaran Stratejik
q  Menjadi rumah sakit terbesar pertama atau kedua, yang menyediakan semua jenis layanan kesehatan pada pasar metropolitan ukuran sedang
q  Memperoleh peringkat seperempat teratas untuk mutu dalam layanan medis inti kami
q  Diakui di pasar lokal sebagai pemimpin mutu/harga
Strategi
q  Menjaga keharmonisan dengan rumah sakit di luar jaringan di pasar di mana kami tidak memiliki fasilitas
q  Membeli rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan yang bermutu tinggi dan berprestasi baik di pasar sasaran serta melakukan renovasi dan rekondisi atas rumah sakit yang dibeli
q  Menciptakan program kepemilikan bersama atau program berbagi keuntungan untuk menarik talenta medis yang terkemuka
q  Membangun program pemasaran yang sesuai dan terarah untuk pasar bisnis besar dan menengah
q  Menghadirkan sistem infrastruktur kami yang canggih untuk menyajikan manajemen dan pengendalian biaya yang efektif
q  Mencapai rekam-jejak tingkat kepatuhan yang unggul terhadap semua peraturan peraturan perundang-undangan kesehatan dan peraturan lainnya

Sasaran Terkait (Operasi-onal)
q  Menginisiasi dialog dengan sepuluh rumah sakit ternama dan menegosiasi perjanjian dengan dua rumah sakit di antaranya
q  Menargetkan sepuluh program lain di pasar utama dan merealisasikan perjanjian dengan lima di antaranya tahun ini
q  Mengidentifikasi kebutuhan dan motivasi terhadap para praktisi yang unggul di pasar utama dan struktur syarat model alternatif
q  Memastikan sekurang-kurangnya satu talenta medis yang unggul duduk di posisi dewan untuk masing-masing disiplin inti pada lima pasar utama tahun ini
q  Menyelenggarakan focus group dengan para pemimpin bisnis di pasar utama untuk menentukan program yang dibutuhkan
q  Mengembangkan program model alternatif yang ditujukan bagi pelanggan dari kalangan bisnis
q  Membangun metodologi bagi terlaksananya implementasi cepat-mula atas sistem informasi dan operasi pada rumah sakit yang dibeli atau direnovasi
q  Menyusun protokol (aturan) bagi migrasi dari sistem yang ada saat ini
q  Mengimplementasikan sistem baru pada lokasi baru untuk difungsikan sebagai model selanjutnya
Sasaran Terkait (Pelaporan)
q  Menginstall sistem utama untuk fasilitas yang baru dibangun, untuk menyajikan kepada manajemen, laporan tentang ukuran kinerja, dengan analisis eksepsi dan garis tren, dalam waktu empat hari setiap akhir bulannya
q  Menjamin bahwa semua fasilitas menyampaikan laporan secara akurat dan tepat waktu, atas kinerja kepatuhan dan isu-isu yang membutuhkan reviu manajemen
q  Menciptakan sistem/pos pelaporan yang seragam untuk merangkai informasi yang akurat dan lengkap yang diperlukan bagi pelaporan eksternal
Sasaran Terkait (Kepatuhan)
q  Membentuk jabatan kepatuhan dengan charter, kepemimpinan, dan staf secara terpusat, yang menyajikan dukungan bagi unit setempat
q  Memastikan personil lini menyadari tanggungjawab kepatuhan utama mereka, yang diwujudkan dalam sasaran sumberdaya manusia dan penaksiran kinerja
q  Mengembangkan protokol level perusahaan untuk prosedur medis, penyimpanan dan pendinginan obat, penugasan dan penjadwalan staf, dan semua aspek perawatan pasien
q  Mereview kebijakan dan praktik privasi, serta membechmark terhadap persyaratan pemerintah dan praktik terbaik

Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen
Organisasi adalah kumpulan orang yang memiliki kompetensi yang berbeda-beda, yang membangun saling ketergantungan di antara mereka untuk mewujudkan tujuan bersama, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya. Pada dasarnya tujuan bersama yang ingin diwujudkan oleh organisasi adalah penciptaan kekayaan, oleh karena itu organisasi dapat dikatakan sebagai institusi pencipta kekayaan (wealth-creating institution). Dengan kekayaan yang berhasil diciptakan, organisasi akan mampu memberikan kesejahteraan bagi semua pemangku kepentingan organisasi (stakeholders).
Untuk menjadikan organisasi sebagai institusi pencipta kekayaan, diperlukan suatu sistem yang disebut “sistem perencanaan dan pengendalian manajemen(management planning and control system)”. Sistem perencanaan dan pengendalian manajemen (untuk selanjutnya disingkat menjadi SPPM) adalah suatu sistem yang digunakan untuk merencanakan sasaran yang hendak dicapai oleh organinsasi, merencanakan kegiatan untuk mencapai sasaran tersebut, serta mengimplementasikan dan memantau pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan. Dari definisi tersebut, terdapat tiga kesimpulan berikut ini:
1.      Perencanaan sasaran masa depan yang hendak dicapai.
2.      Perencanaan kegiatan untuk mencapai sasaran.
3.      Pengimplementasian dan pemantauan pelaksanaan rencana.

Perencanaan Sasaran Masa Depan yang Hendak Dicapai
SPPM pada dasarnya merupakan suatu sistem yang digunakan oleh manajemen untuk membangun masa depan organisasi. Untuk membangun masa depan organisasi, perlu ditentukan lebih dahulu dalam bisnis apa organisasi akan berusaha. Jawaban atas pertanyaan tersebut merupakan misi organisasi. Dengan demikian misi organisasi merupakan the chosen track untuk membawa organisasi mewujudkan masa depannya.
Setelah ditentukan misi organisasi, langkah berikutnya yang ditempuh oleh manajemen adalah menggambarkan kondisi organisasi di masa depan yang hendak diwujudkan. Gambaran kondisi organisasi di masa depan yang hendak diwujudkan inilah yang merupakan visi organisasi. Dan, visi organisasi tersebut yang akan menjadi sasaran masa depan yang hendak dicapai.Untuk mewujudkan visi organisasi, melalui misi pilihan, diperlukan suatu sistem perencanaan dan pengendalian manajemen. SPPM merupakan sistem perencanaan sasaran masa depan yang hendak dicapai oleh organisasi (visi), melalui misi pilihan dan perencanaan kegiatan untuk mencapai sasaran masa depan tersebut, serta pengimplementasian dan pemantauan pelaksanaan rencana tersebut.

Perencanaan Kegiatan untuk Mencapai Sasaran
Untuk mewujudkan visi organisasi melalui misi pilihan, organisasi memerlukan sistem perecanaan kegiatan suatu rangkaian langkah berurutan untuk merencanakan kegiatan yang ditempuh oleh perusahaan dalam mewujudkan visi organisasi.
Perencanaan sasaran masa depan yang hendak dicapai dan perencanaan kegiatan untuk mencapai sasaran organisasi terdiri atas empat langkah utama:
1.      Perumusan strategi (strategy formulation)
2.      Perencanaan strategik (strategic planning)
3.      Penyusunan program (programming)
4.      Penyusunan anggaran (budgeting)
Keempat langkah utama perencanaan tersebut dilaksanakan secara bersistem, dan sering kali disebut dengan sistem perencanaan bisnis menyeluruh (total business planning system).

Pengimplementasian dan Pemantauan Pelaksanaan Rencana
Untuk melaksanakan rencana yang telah disusun, diperlukan langkah-langkah pengimplementasian dan pemantauan pelaksanaan rencana tersebut. SPPM mencakup sistem untuk mengimplementasikan dan memantau pelaksanaan rencana.


Mengapa Perlu SPPM?
SPPM menyediakan struktur yang memungkinkan proses perencanaan serta pengimplementasian dan pemantauan pelaksanaan sehingga rencana dapat dijalankan. SPPM juga menyediakan berbagai sistem untuk melaksanakan proses perencanaan serta pengimplementasian dan pemantauan pelaksanaan rencana. Melalui SPPM keseluruhan kegiatan utama untuk menjadikan perusahaan  sebagai institusi pencipta kekayaan dapat dilaksanakan secara terstruktur, terkoordinasi, terjadwal, dan terpadu, sehingga menjanjikan tercapainya tujuan perusahaan.



BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah proses yang sistematis, terkoordinasi dan kooperatif dalam usaha-usaha memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya dalam usaha pencapaian tujuan. Sedangkan sasaran adalah penjabaran yang spesifik dalam jangka waktu yang singkat sebagai suatu strategi untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok. Secara garis besar, sasaran manajemen ini merupakan suatu cara untuk memperoleh hasil yang efisien (hemat guna) dalam bidang tenaga dan pikiran; material dan biaya yang diperlukan; waktu yang tepat, cepat, dan hemat. Manajemen pun membagi kategori sasaran menjadi empat, yaitu sasaran stratejik, sasaran operasional, sasaran pelaporan, dan sasaran kepatuhan. +++

B.     Saran
Demikian makalah kami, semoga bermanfaat bagi para pembaca. Adapun saran bagi para pembaca dan penulis, agar sekiranya mencari dan mengkaji ulang mengenai isi makalah kami ini karena kami menyadari makalah ini masih perlu banyak perbaikan, baik secara ini maupun pengetikan. Kritik dan saran yang membangun sangat bermanfaat demi kesempurnaan makalah kami selanjutnya.



DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi. 2007. Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen: Sistem
Pelipatganda Kinerja Perusahaan. Salemba Empat: Jakarta.
Tim Manajemen Resiko. Penetapan Sasaran.ppt. Badan Pengawas Keuangan dan
Pembangunan.
Tjandra, Sheddy Nagara. 2008. Kesekretarisan. Departemen Pendidikan Nasional:
Jakarta.
Yatim, Usman. Pengantar Manajemen Media.ppt.Universitas Prof. Dr. Moestopo:
Jakarta.













                                                                                                              

Tidak ada komentar: